Jumat, 25 Juni 2010

Naskah Cah SiAnak


“Monolog : Homo Homini Lupus”

Karya : Achmad Saptono (Panggil ; Tino)


(Aktor adalah lelaki tua eks Napi pemakai sekaligus pengedar narkoba, yang setiap harinya hanya mengandalkan hidup dari membuat kerajinan kemoceng dan Sapu serabut kelapa (sapu ijuk). Di usianya yang menjelang 70 tahun, dia tinggal di rumah ukuran satu kamar, dengan lingkungan penduduk yang rata-rata PNS)

(Sambil memipihkan serabut kelapa, dia mengenang masa lalu dan berbicara sendiri…)

Manusia yang satu adalah serigala bagi manusia lainya. Manusia tidak bertindak sebagai manusia.. atau mungkin kita saat ini yang tidak dapat bertindak seperti manusia sesungguhnya, atau bahkan… mungkin pertanyaan utamanya adalah “Apa sih manusia itu?”

(Bangun, mengambil ember wadah air pencuci serabut kelapa lalu menirukan gaya orator)

Dari dulu sejak jaman adam dan hawa pertama kali ada di bumi, pembunuhan anak adam dan hawa, doktrin gereja, perang dunia, sampai pelajaran sejarah dan juga terorisme termasuk sampai muncul terorisme kelamin akhir-akhir ini. Kekerasan bahkan sampai penghilangan nyawa yang tidak manusiawi, dari yang dulunya factum jadi fakta… jadi kenyataan yang sering aku temui sehari-hari. Berita-berita di televisi setiap hari menyajikan tentang : potong, iris, cincang, mutilasi, bom , bakar, penggal, pemerkosaan, sodomi, serta tindakan-tindakan keji lainnya. Entah kapan tindakan keji itu berhenti dilakukan oleh manusia! Mungkin setelah manusia sudah bereinkarnasi menjadi mahluk sosial. Ahaa… mahluk sosial? Sebuah cita-cita masyarakat yang sangat luar biasa!

(tiba-tiba berhenti, memandang ke atas)

Aku yakin Tuhan punya plot dalam cerita ini, Tuhan punya ending dalam naskah ini. Tapi aku juga kadang masih ragu apakah benar Tuhan akan mengirimkan Dajjal ke bumi? Dajjal lalu kiamat, aku semakin tidak bisa memahami skenario Tuhan.

(terdengar suara petir)

Astagaa…. Aku sama sekali sedang tidak menggunjingmu ya Tuhan! Aku hanya sedang mengenang manusia-manusia yang pernah aku dengar kabarnya sejak aku waktu masih pecinta pil BK, inex, putaw, sabu-sabu dan sejenisnya.

(merenung, berbicara sendiri seolah ada lawan bicaranya)

Ya! Memang benar, Ini karena masalah iman. Masalah Tuhan. Masalah Kebenaran.. kebenaran siapa? Kebenaran yang ditafsirkan oleh manusia itu sendiri.. Manusia merasa dirinya paling benar kah? Tapi pertanyaannya harus balik kepada… Apa sih itu benar salah? Baik buruk? Indah tidak indah? Apa mungkin soal Wahyu? Sampai saat ini aku tidak habis pikir. Aku tidak dapat berpikir untuk mendeskripsikan hubungan kausalitas ini. Aaghh….

Intinya.. Kenapa merasa benar, kenapa merasa paling pintar, merasa paling berkuasa, dan akhirnya main potong, main claim yang lain itu salah! Jika salah maka bukan manusia. Jika bukan manusia, berarti manusia adalah? Mmmmm…..

Sssstt…… begini sebenarnya, jika dicari hubungan lainnya maka mungkin akan terhubung. Manusia saling bantai bagai anjing yang hendak dimasak?Sedang di sisi lain manusia merupakan mahkluk istimewa katanya.

Agama yang menjadi dasar manusia, yang seharusnya mampu menjawab permasalahan- permasalahan sebelum dan sesudah hidupnya manusia.

Justru mungkin lebih tepatnya agama dijadikan masalah oleh orang-orang yang hidup saat ini. Aneh bukan?Agama jadi berbeda. Lhoh kok bisa berbeda?

Iya, karena dapat di lihat dari sejarahnya. Lalu dari berbeda ini kemudian menjadi konflik. Agh… Kenapa bisa konflik? Pemahaman dan sikap interent itu sejatinya untuk membina relasi dengan Tuhan, dan merupakan sesuatu yang personal dan sangat-sangat pribadi.

Jadi ingat, ketika pemahaman keimanan dari seseorang yang sampai ia berkesimpulan bahwa “Tuhanku aku cinta padamu”. Nah, itulah pemahaman yang seharusnya sama-sama kita hormati. Biarkan setiap orang memahami agamanya masing-masing.

Semua manusia maunya masuk surga!

Tapi merasa surga tempat untuk orang yang benar saja. Berarti kalau begitu, agar bisa masuk surga orang yang benar itu harus “mengalahkan” saingannya yang tidak benar. Ahahahahaa……… benar dan tidak benar?

Wow… benar, kalian mau masuk surga? Surga yang mana? Apakah surga Cuma ada satu?
lalu surga yang kalian maksud itu surga yang pernah dijanjikan oleh siapa?

Siapa yang pantas untuk masuk surga? Manusia ataukah srigala? Penjahat kerah putih atau para ulama? Perampok, pemerkosa, pembunuh atau para santri? Presiden atau wakil presiden? Para mentri? Hakim? Jaksa? Gubernur? Bupati? Rektor? Dekan? Dosen? Mahasiswa? Pak Camat yang terhormat? Pak RW? Pak RT? Siapa sebenarnya yang pantas masuk surga?Apakah anda yang mungkin pantas masuk surga?

Banyak film dan berita yang menceritakan terjadinya kekerasan di Negara kita, pelecehan seksual, pembunuhan, perampokan, pembalakan hutan, permainan politik. Hhugh…

Apakah anda sudah pernah mendengar berita tentang korupsi yang dilakukan oleh pejabat tinggi kita? Money politic dalam pemilu?Atau mungkin pelecehan seksual yang terjadi beberapa waktu yang lalu?

Yaah!! Benar sekali, memang bukan hanya pejabat yang terlibat skandal pelecehan seksual. Artispun demikian. Pejabat berpolitik, artispun berpolitik. Tidak ada kata cukup bagi manusia saat ini, selalu bilang kekurangan. Hasrat ingin menguasai tidak sebanding dengan hasrat ingin mensejahterakan masyarakat, nafsu rakus menjadi identitas manusia pada jaman sekarang.

“Gaji bulanan, itu Cuma seberapa,” katanya. Akhirnya banyak pejabat yang mencari jalan lain untuk mendapatkan fuluuuss… ahahahahaa………. Pejabat tidak ada di tempat saat ditemui oleh masyarakat, karna mungkin sedang sibuk mencari fulus di tempat lain. Dosen tidak ada di tempat saat ditemui oleh mahasiswa karena mungkin…… Upss…. Maaf aku sok tahu!

Mungkin aku termasuk orang yang diuntungkan karena belum pernah menyandang predikat mahasiswa. Ckckckck….. (tertawa geli). Kemarin aku pernah baca berita di Koran bekas bungkus kacang rebus yang aku makan, katanya akhir-akhir ini banyak mahasiswa yang menjadi ayam kampus, banyak juga mahasiswa yang melakukan hubungan begituan di warnet. Ckckck…. Dulu mahasiswa terkenal di berita karena Narkoba, sekarang mahasiswa terkenal karena Narik kolor mba-mba! Ahahahaa…… aku jadi ingat nara pidana teman satu kamar waktu di dalam tahanan yang ditahan karena mengkonsumsi minuman keras. Dia bilang, “aku minum minuman keras karena aku butuh”.

Benar sekali memang! Manusia punya banyak kebutuhan. Tidak hanya kebutuhan sandang, pangan dan papan saja, manusia juga membutuhkan seks yang menyangkut kepuasan tersendiri, dan banyak kebutuhan lainnya yang menyangkut ego masing-masing manusia. Hanya demi mendapatkan kursi kekuasaan, orang mampu melupakan keluarga, teman sejawat apalagi tentang dosa. Demi mendapatkan uang, orang mau memperalat rekan kerjanya atau bawahannya. Demi mendapatkan kebutuhan seksual, orang mau menipu bahkan sampi membunuh.

Lalu apa sebenarnya hak dari manusia yang mengambil nyawa manusia lainya?

Apa hak dari manusia yang merampas hak manusia lainnnya?

Manusia sudah melupakan kodratnya yang dilahirkan sebagai manusia. Manusia memperkosa ibu kandungnya, memperkosa adiknya, saudaranya. Manusia membunuh kerabatnya, menipu masyarakat. Manusia merusak alamnya. Naluri manusia sudah berubah menjadi naluri binatang. Manusia sudah berubah menjadi homo homini lupus!

-Selesai-


*Buat anggota keluarga besar teater SiAnak, minta kritik, saran dan atau masukannya. Nuwun

1 komentar:

Wicaksana mengatakan...

masih banyak alur yang terputus sehingga menimbulkan ketidak jelasan

konfliknya bingungin masih kurang teratur(entah penjelasan dari situasinya kurang jelas apa kenapa tapi masih bingungin)
loncat-loncat dari masalah satu ke yang lain dan seterusnya
bingung mau kemana