Selasa, 15 Juni 2010

Senja dan Sepetak Rindu Tentang Lingkaran AKU CINTA PADAMU

Merindukan kalian terasa begitu nikmat
merayap-rayap sampai ke otak
hingga menuntun kakiku bergerak ke muara
seperti hujan bergerak ke luasnya samudra
namun tidak ruang materi kita
hanya sepetak ruang dengan teras sederhana
tanpa ruang tamu dan sangat seadanya


Mengingat kalian begitu manis terasa sampai ke lidah
saat aku sejenak tiduran sendirian mengamati dinding
helaian rambut berceceran
lukisan dan tulisan ekpresi kalian menempel asimetris
naskah2 yg berserakan, properti yg bertumpukan
bau liur yg sudah tidak terlalu tajam
komputer yang sedikit berdebu
hei!
ada kemajuan dalam ruang kita
sebuah almari kaca plus kuncinya
tempat buku-buku sastra dan semacamnya
hanya perasaan sedikit kehilangan
selembar karpet penadah liur dan keringat
itu yang sudah lama tak ku lihat

Imajiku liar membentuk bayang-bayang
semua asik dengan kegiatannya
lastri yang sering kita ejek dengan absurd
dia tengah asik dengan gaya santainya
menyender di samping pintu
mengapit sebatang rokok ditangannya
tak lupa mba ambar disampingnya
meminjam korek pada budi cakeb yang tenang
pasangan favoritku sedang asik disudut dekat jendela
wicak yang selalu serius menekuni komiknya
dan aul dengan tenang menemaninya
mba dilli, ia salah satu idola di ruang ini
sibuk menyingkirkan dimas yang menyandar di pundaknya
iskandar yang tidur di paha kirinya
dan aku di paha sebelahnya
mona tengah berdiskusi dengan yahya yang sibuk memilin rambutnya
entah sampai kapan ia bertahan dengan gayanya

Hahaha!
ough!
si trinor yang berisik
tino yang memiliki perkembangan manajemen diri yang bagus
asik dengan Hapenya
ada echi yg selalu panik jika ada telpon dari rumah
ada wendah di luar jendela
ya, dulu dia hanya suka mampir sampai teras saja
ismi dan Qtink larut dalam diskusinya
dan banyak bayang2 lain yang ku cipta
ku rasa jika disebutkan akan sangat panjang dan kalian akan bosan
semakin banyak bermunculan, tapi rumah kita tetap bisa menampungnya
mengherankan sekali
senang melihat kalian berkumpul diruang kita

Ini sekedar ingatan tentang kalian
kenangan yang tak mau dilepaskan
saya yakin kalian memiliki ingatan yang lebih tajam dariku
menyimpannya lebih rapi dariku
sungguh sebuah kesan mendalam
tentang penemuan sebuah rumah
di wilayah asing menemukan keluarga kedua
saling menampar dengan kata-kata
memuji dengan cara berbeda
tumbuh dengan cara liar dan lirih
seperti bunga yang tumbuh mekar
meski tidak sempurna
indah dengan apa yang ada dalam diri
segala emosi diungkapkan dengan lantang
menangis, tertawa
marah, sayang
patuh, mendebat
salah paham, pengertian
ekpresi perasaan dan logika terus berjalan

Ini romantisme tentang lingkaran
ketika senja termakan malam
tidak melulu tentang dunia keteateran
tapi ada yang lebih dari sekedar struktural
aku ingat, para fosil selalu menekankan
bahwa "proses lebih penting"
budi cakeb dengan semboyan "1 persen bakat, 99 persen belajar "
masing-masing adalah guru bagi yang lain
sekali lagi ini sekedar ingatan tentang kalian
yang menjadi candu bagi rinduku
pelipur kegilaan yang syahdu dalam ruang "AKU CINTA PADAMU"

Purwokerto, 14 Juni 2010


*Untuk nyanyian yang selalu didengarkan dalam lingkaran....AKU CINTA PADAMU...salam sayang....salam bahagia teman-teman :)

Efi Sofiana

Tidak ada komentar: