Ia bertanya, apakah daun-daun itu gugur menunggu kering?
Saya balik bertanya, apakah bapak kamu mati di usia tua?
Kita akan kehilangan jejak dalam persimpangan yang sulit kelak.
Tapi kita tidak akan kehilangan teman berjalan.
Percayalah kawan…
perjumpaan kita suatu saat nanti akan berujung di jalan yang tepat.
Tuhan menuliskan itu untuk setiap umatnya.
Anak-anak kita, juga anak mereka kelak
akan merasakan hangatnya matahari di senja nanti.
Pun jika malam menghadang, mereka tak mampu lagi temui pagi.
Tak perlu risaukan mereka,
Mereka akan berbaris rapi mengiringi matahari,
Mencari cahaya yang kau bawakan di ujung jalan kehidupanmu…
Mereka akan bersaksi dalam lingkaran cinta yang kita ciptakan dulu.
20.15
10.10.2006
ditulis dahulu kala semasa masih sering bobo di sekre,,hehe
a.u.l.i.a
=)
2 komentar:
puisinya bagus, sudah diterbitkan belum?
saya juga sedang mencari penerbit, karena itu saya mohon refrensi nama penerbit yang mau mempublikasikan karya penulis baru
terima kasih sebelumnya
biasanya daun jatuh dan menjadi pupuk bagi kehidupan selanjutnya
semoga sari dari daun kering dapat menjadi energi yang baik
Posting Komentar