
Pernahkah kita mengingat bahwa hidup kita berjalan dengan begitu cepatnya? Mungkin kita merasakan baru saja kemarin kita menikmati masa anak-anak yang indah namun begitu kita sadari kini kita ternyata telah menjadi dewasa. Apakah yang menyebabkan semua berjalan begitu cepatnya?
Sadarkah kita kalau kita memiliki waktu yang mengatur seluruh kehidupan kita?
Waktu memiliki keunikan, ia selalu bergerak maju dan tidak pernah mundur sedikitpun. Waktu tak akan pernah bisa diulang dan akan selalu meninggalkan setiap orang yang melalaikannya. Waktu bisa membawa seseorang pada kesuksesan dan juga bisa pula menjerumuskan kita ada kegagalan. Sadarkah kita bahwa mengelola waktu bukan sekedar menghitung jam demi jam (secara kuantitatif), melainkan mengelola emosi-emosi (secara kualitatif)? Sadarkah kita juga bahwa kita memiliki "waktu eksklusif" kita sendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain?
Eits, Ini bukan cerita motivasi, namun jika dikaitkan dengan kehidupan kita waktu seolah-olah menjadi hal yang sering kita sepelekan. Semisal, jika ada janji kita dengan mudahnya mengambil waktu ‘keindonesiaan’ yaitu ngaret ! ada juga selentingan mengenai waktu yaitu WIB (Waktu Insya Allah Berubah). Apakah waktu sebegitu tidak pentingnya bagi kita?
Sesungguhnya kita sendiri yang telah menyusun seluruh kehidupan kita ini sendiri. Jika kita bisa mengatur hidup kita dengan memanfaatkan waktu dengan baik, mungkin segala sesuatu yang telah kita rencanakan dapat berjalan sesuai kemauan kita dan sukses yang akan kita dapatkan. Namun begitu kita menyepelekan waktu dengan membuat waktu ukuran kita sendiri, sering kali kita merasakan apa yang telah kita susun menjadi tidak beraturan begitu saja.
Coba kita masuk sejenak ke rutinitas kita. Pernahkah kita melewati semua kegiatan kita tanpa adanya waktu?
Aku akan masuk sedikit ke dalam lingkup kegiatan yang aku jalani. ini mungkin banyak terjadi juga di organisasi-organisasi lainnya. Aku mengambil kasus yang terjadi di organisasi yang aku ikuti yaitu Teater SiAnak. Sejak pertama kali aku masuk aku mulai menyadari waktu yang kurang menjadi prioritas di organisasi ini. aku mengambil contoh pada saat rapat. Pada saat rapat akan sangat terlihat bahwa orang-orang yang ada di dalam organisasi itu kurang menghargai waktu. Seharusnya ‘ngaret’ yang masih bisa ditolerir yaitu jika telat hanya lima menit saja. Namun, rapat bisa ‘ngaret’ hingga lebih dari satu jam ! dan menurutku ini sudah menjadi kebiasaan yang sangat susah diubah.
Sebenarnya mungkin ada saja yang kontra dengan hal ini meski jika dilihat orang-orang di organisasi ini tidak begitu mempermasalahkan budaya ngaret ini. ada anggota yang tidak bisa mengikuti serangkaian kegiatan di SiAnak dikarenakan masalah waktu, karena rapat yang diadakan selalu berlarut-larut hingga malam hari. Namun jika hal ini yang dijadikan alasan mengapa anggota tersebut tidak bisa intens di organisasi ini justru ada lontaran tidak setuju jika alasan yang di utarakan seperti itu.
Mungkin yang seharusnya yang menjadi hal mendasar untuk dibenahi adalah masalah waktu yang sebenarnya bisa menjadi musuh dalam selimut jika selalu disepelekan. Karena waktu adalah pedang yang kapanpun bisa menusuk dan membunuh siapa saja yang lengah darinya. Berani berubah dari hal kecil yang sebenarnya tidak kita sadari. Karena pada dasarnya perubahan adalah untuk kita sendiri, bukan untuk orang lain.
Namun tetap, kembali lagi semua ini tergantung oleh siapa yang memerankan dibaliknya. Karena hanya kita lah yang memegang peran penting atas apa yang telah kita lakukan. Dan kita sendiri yang akan memetik dan menikmati hasilnya.
Semoga Lingkaran Aku Cinta Padamu akan tetap menjadi Lingkaran, walaupun banyak rintangan yang terus menghadang, mengguncang dan berusaha untuk merusak Lingkaran itu.
*sang penulis bernama reyza septiani, adalah anggota aktif sianak kelahiran kota tanggerang, beliau sekarang sedang aktif kuliah di jurusan Administrsi Negara angkatan 2009. jika ingin mengetahui profil lengkapnya silahkan klik di silahkan klik di sini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar