Minggu, 08 Mei 2011

Puisi "Regina"



oleh:  Regina


Menanti



bergejolak di balik telaga
ilusi dunia terkasat mata
diombang-ambingkan angin
ke hulu dan ke hilir

tak hilang, tak musnah
tergeletak tak berdaya
menunggu datangnya surya
menghantar mati atau berdiri

masih tergeletak
makin terkoyak-koyak
tak luput di injak-injak

tetap menanti surya
berharap kan membantu tuk berdiri


Menunggu Mati

kaki tak henti gemeteran
awak mulai terhuyung
angin bertubi-tubi melibas bayangan
sedetik kemudian jatuh terjerembab

darah muncrat dari mulut pucat
setelah perut terinjak-injak

diambang sadar dan tak sadar
mencoba ngesot pergi tuk bersembunyi

di dalam persembunyian meringkuk sendiri
meratapi nasib, menunggu mati



Lihatlah !!

Lihatlah kawan,
Kini pepohonan mulai meringkuk
Jika datang mentari yang bulat besar itu

Entah sedang bagaimana
Mentari itu berotasi
Hingga panasnya bukan untuk
Membuat pohon tegap berdiri

Lihatlah kawan,
Kini air laut sedang berlarian
Coba menyapu daratan tertinggi

Entah sedang bagaimana
Samudra mengendalikannya
Hingga pepohonan harus terancam
Tapi air laut ...

Untitled

Bumi basah,
dingin mulai menggerayangi tubuhku,
dan bau tanah basah menjelajah sudut ruang

Sejuk,
tenang,
nyaman,
damai..

bila waktu bisa ku hentikan,
ku hentikan sekarang juga..

agar aku bisa berlama-lama
menikmati keindahan suasana kini

melupakan sejenak
kesibukan aktifitas yang memusingkan
masalah-masalah cinta yang tak kunjung henti

persetan dengan semua
 

Tidak ada komentar: